Korean Wave

Udah lama gak bikin blog kangen juga jadinya. Setelah melanglang buana pulang kampung ke Padang, Capek juga. Tujuan ke Padang kemarin ini buat menghadiri nikahannya sepupuku. Senangnya akhirnya menikah, tanpa perlu lama-lama pacaran. Semoga langgeng k’cici J

Anw, aku keranjingan serial dan film Korea. Entah memang ketularan Ringga yang sangat Koreaholic dan suka beli majalah Asia, atau memang aku yang tertarik. Tapi dari dulu juga gak bisa dipungkiri kalo serial korea tu emang bagus, kayak Full House, Little Bride (Sweet 18), Sassy Girl-Chun Hyang, dan yang sekarang lagi eksis dibahas adalah Princess Hours/The Palace. Selain dari segi cerita yang temanya menarik (sampe banyak banget ditiru alias dijiplak oleh orang Indonesia untuk dijadiin sinetron, malu tauuuuuu), serial2 korea ini menampilkan bintang-bintang yang cantik/tampan dan modis sehingga mampu menarik perhatian kita. Akting mereka juga gak setengah-setengah sehingga kita yang nonton bisa nangis tersedu-sedu atau bahkan bisa ketawa-ketawa sendiri nonton adegan lucu yang romantis. Nah, romantis, adalah kata yang aku tekankan di sini. Serial korea tersebut juga menampilkan adegan dan kalimat percintaan yang tidak biasa, walaupun pada umumnya masih berkisar tentang tema cinderella atau mungkin juga tentang kisah cinta segi empat yang diadaptasi dari manga.

Gak munafik, aku juga penyuka serial Amerika/barat. Dulu aku suka nonton Dawson’s Creek. Kehidupan mereka yang notabene memang begitulah adanya menjadi menarik bagiku saat itu. Peran Dawson, Joey, dan Pacey membuat aku sulit menghilangkan karakter tersebut ketika mereka memainkan tokoh lain dalam film-film mereka. Life as we know it dan One Tree Hill juga bagus. Tapi yang akhir lalu ngebooming ya Desperate Housewives. Aku sama Ani, temen sekosan dan senasib seperjuangan aku, suka nonton bareng ngebahas bareng, kadang-kadang nunggunya sampe ketiduran saking malamnya ditayangkan. Hehehe.

Anw, balik ke serial korea, kita semua kalo Korea emang gencar-gencarnya masalah serial tv. Aku salut deh, mungkin naluri kewanitaan aku memanggil untuk nonton film-film yang komedi romantis versi timur. Tapi ini hanya sebuah pendapat dari seorang penonton biasa tentang fenomena serial korea. Bagi yang lagi nonton dan penasaran ama Princess Hours, S E M A N G A T ya!!! Ceritanya menguras air mata…hiks hiks..aku jadi suka sama Pangeran Shin yang tampan….

Leave a Reply