Archive for October, 2006

my lovely sam-soon

Monday, October 30th, 2006

Hari pertama kuliah bener2 malas. Sejak kemarin nyampe Soekarno-Hatta langsung ke depok dianterin sepupuku-baik-hati aka bang adhi raja flexi, gak bersemangat juga. Gak puas liburan. Walaupun sempat ketemu cowok cakep. hihihihi. Satu2 yang bisa jadi bahan perhatian tadi di kampus adalah gaya aku yang sedikit berbeda dengan hai-aku-baru-smoothing-rambut. Pertamanya sih biasa aja, lama2 terlalu banyak komentar dan megang2 rambut, jadi risih juga + malu tentunya. hihihihi. Berhubung biasanya aku cuek juga ama penampilan eh giliran di-smoothing temen2 pada gak ngenalin. Yah, sedikit ingin merubah sytle biar lebih fresh aja. Yap, cukup informasi aja nih, udah hampir dua minggu ini, sebelum lebaran, aku smoothing rambut gitu deh. Ceritanya biar pulang kampung berambut baru. hehehe. Yah, paling gak rata2 orang2 berkomen positif.

Btw, gak meaning aja gitu ya liburan pulang kampung cuma seminggu lebih sehari. Duhhh, baru sehari di sini udah pengen berlama2 lagi di rumah, pengen ac, pengen makanan mama, pengen ngegosip sama mama, pengen berantem ama orang rumah, pengen makan es durian pondok (yang ini gak sempat2 nih…bete), dan pengen makan sate madura langganan abang. Ah, tidaaaaaak!!!!!

Kenapa sih liburan lebaran kali ini cuma sebentar…aku kan pengen jalan2 ke duri ketemu ama temen2 lama. Pengen buka bareng di Kangen. Pengen ngumpul2 ama alumni2 Cendana Duri. hehehe. Yah,semakin lama memang kesempatan bertemu dengan temen2 menjadi semakin sulit.

Back to the title, My Lovely Sam-Soon. Serial Korea yang aku tonton kemarin selama di rumah. Menghabiskan waktu nonton DVD sampai tengah malam. Bersantai tanpa harus memikirkan uts yang sebentar lagi akan melakukan serangan dahsyat. Serial yang bisa bikin aku nangis lagi. Serial yang gak bosen ditonton berulang2 layaknya Princess Hours. Serial yang bisa bikin seroang cewek biasa menjadi percaya diri. Serial yang mengingatkan aku pada rumah…

dpk 19 0kt

Thursday, October 19th, 2006

Minggu ini hal-hal yang terjadi dalam hidupku cukup bervariasi walaupun didominsi hal-hal buruk.

1. Minggu 15 okt : Merasa ditipu dan menjadi manusia bodoh oleh seorang yang dianggap teman!

2. Senin 16 okt : Kehilangan Pin SMU Cendana Mandau ‘04 Peace All Around The World. Pin yang banyak kenangannya yang bisa membuat kangenku terobati pada kota duri dan sekolah tercinta jika memandangi ataupun melihatnya. Bikin aku bete seharian. Almamater tuh!! Tanda awal mulanya Parkit SMU Cendana Duri….

3. Selasa 17 okt : Digangguin orang gila di depok! Gak banget! Malam sekitar jam 8an pulang buka ma Ani. No reaction from me! Speechless!! Ayat Kursi dan Al Fatihah memang mempan.

4. Rabu 18 okt : Merasa diri terlalu berlebihan dan tidak bisa menahan emosi jiwa yang tak terbendung lagi. Maafkan aku teman!!

Melihat gebetan berbaju abu-abu berjalan melintasiku sambil tersenyum indahnya…

Hh aku ingin relaksasi di salon, aku ingin dimanja, aku ingin pulang, aku ingin kurus!

5. Kamis 19 okt : Merasa (baru ngerasa) kehilangan kaset drama yang isinya drama kabaret kelompok IBD-ku yang judulnya 30 hari mencari cinta.. padahal itu masternya…sedih! It’s so memorable.

Salam2an ma teman2 kampus, sebelum lebaran..maaf lahir batin ya…aku banyak banget kesalahan yang disengaja..apalagi yang tidak…

aku mau mudik teman!!!!!hahahahaha…..

Hari ini, esok , dan seterusnya

Thursday, October 19th, 2006

Tadi malam aku buka2 laptop dan melihat-lihat tulisan yang pernah aku buat. Gak taunya aku  ketemu satu file kira2 aku tulis dua minggu lalu… yang kayaknya boleh juga aku kopi ke blog ini…hihihihihi….

Wanita memang dilahirkan berbeda dengan pria. Sebuah akibat genetik atau hormon apalah itu namanya telah membuat wanita jauh lebih sensitif dari pada pria. Kadang tak bisa dimengerti juga mengapa hal-hal kecil yang tak terpikirkan oleh pria bisa membuat wanita bergelimang rasa bersalah atau sedih berlinang air mata memikirkannya aka emosi jiwa.

That’s why Allah SWT menciptakan pria dan wanita berpasang-pasangan sehingga bisa mengisi satu sama lain di kala sebelah pihak mengahadapi masalah. Namun apa daya secara belum memiliki a shoulder to cry on, aku hanya bisa menulis, menyanyi, menggitar, dan menangis. Hiks hiks hiks.

Anw, hari ini entah kenapa aku merasa begitu remuk melihat kehidupan. Mood asik yang kata orang selalu aku miliki kini berasa beda entah kenapa sebab musababnya. Aku hanya merasa diam begitu penting padahal setiap hari aku biasa tertawa dan ngoceh di keseharianku dimana aku jagonya menyembunyikan rasa bete. Namun, entah ini yang namanya PMS atau apalah sebabnya sehingga membuat hati tak tentram dan jiwa tak tenang yang bisa mengakibatkan emosi jiwa. Nela yang tadi meneleponkupun tak ku respon dengan suara cempreng ceria ala Na’ seperti biasanya karena aku entah kenapa memiliki rasa males-banget-keluar-suara-hari-ini.

Faktor lain bisa saja karena aku merasa tadi malam acara buka puasa bareng Cendana Duri-nya gak begitu sukses. Kuantitas yang datang gak begitu menjadi masalah, namun kualitas kebersamaannya kurang. Selain karena aku merasa sebagai salah satu penggagas yang kurang sukses (setelah dua tahun with suts n afn sukses, I think…) aku merasa kali ini kurang ‘dapet’ reuninya. Tapi gak apalah, mungkin karena kita semua sudah terpapar kehidupan kuliah yang membuat kuliatas percakapan berkurang atau kemana-mana Jakarta butuh duit. Hiperbolis yah? Itulah aku, sangat memperhatikan sesuatu dimana Mood sebagai salah satu faktor penting mempengaruhi emosional dan yang tidak kalah penting adalah how-i-think-everyday. Ingin rasanya mengulang hari kemarin untuk menciptakan sebuah acara yang bisa membuat kalian senang dan nyaman, teman-teman. Maafkan aku untuk kekurangan itu, semua tak bisa diprediksi untuk menjadi indah di akhir cerita.

One Tree Hill-pun yang aku tonton hari ini mendadak menjadi malas rasanya untuk diikuti sampai selesai, walau Chad Michael Murray-nya masih membuat hati tak tenang. Alhasil akupun buka buku saja (cuih…) membaca modul Metodologi Penelitian untuk kuis besok (ngapain sih besok pake kuis segala kayak gak tau aku lg pusing aja…) yang denger-denger rada susah. Mudah-mudahan bisa deh. Amin.

Wah ternyata memang begitu dahsyatnya mood bagi seorang wanita. Bisa membuat segalanya menjadi runyam dengan segala negative-thinking dan rasa menyapu-semua-omongan-orang sehingga bisa membuat teman bahkan pacar menjadi tak mengerti, what the hell happen to you? Damnit!! Sudahlah. Memang begitu adanya. Aku tak sempurna dengan segala kekurangan. Tapi sebenarnya aku hanya ingin ceria Hari ini, Esok dan Seterusnya.

8oktober2006

Terekam (Tak Pernah Mati)

Monday, October 2nd, 2006

Dua Oktober Dua Ribu Enam, hari Senin yang aku nisbatkan dengan “I don’t like Monday” karena hari dimana aku dan teman-teman di kampus penuh dengan problematika mahasiswa dan segala damn stuffs lainnya yang nyebelin dan menggugah emosi jiwa di bulan Ramadhan yang harusnya penuh dengan kesabaran. Entahlah ya Allah. Aku tahu Engkau Maha Pemurah. Dengan segala hikmah yang Kau beri akhirnya aku bisa melupakan sejenak duka sebagai seorang mahasiswa dengan buka bersama bareng teman-teman dekatku yang kucinta. Put3, Ebi, Niong, n Dwi. Udah sebelumnya direncanain tapi alhasil baru bisa dilaksanain kemarin dengan ancang-ancang di Pizza Hut Depok. Mengingat restoran cepat saji pizza itu menyajikan tempat yang cukup nyaman untuk ngobrol dan kongkow. Yang bikin sedih adalah Niken dan Nita gak bisa ikut dikarenakan alasan yang lebih peting, walaupun merasa kurang sebagai susunan puzzle tapi tak apalah, karena ini memang sudah menjadi keputusan bersama tetap melanjutkan buka bersama without them.

Sesampainya di sana dengan menggunakan angkot (tentunya), kami memesan makanan dan minuman dengan 1 pan Meat Lovers regular dan 1 pan Super Supreme yang besar dan minuman msg2. Hehehe. Entah nafsu atau apa rasanya pizza sebanyak sebanyak itu dapat kami habiskan mengingat tadi di kampus penuh dengan intrik dan harus dilampiaskan dengan memakan makanan yang sebanyak-banyaknya. Sambil menunggu waktu buka tiba kami sedikit mengobrol (mengurangi pahala puasa gak ya???). Aku dan niong selalu melihat-lihat jam tangan hitamku untuk melihat berapa lama lagi akan buka. Tentunya sambil ditertawakan tiga temanku lainnya yang tertawa mendengar aku dan niong mengeluh akan ‘kelaparan’ kami yang seperti anak sd baru belajar puasa.

Waktu bukapun tiba, dan tiba-tiba pula terlihat teman-teman lainnya Dawi, Ivan, Kopik, dan Fathul. Huahahaha. Ternyata mereka udah gak dapat tempat untuk makan dan ingin bergabung dengan kami. Yasuwlah, mana bisa aku membiarkan temanku menunggu di luar dengan status waiting list sedangkan kami makan dengan lahap di dalam. Mari bergabung! Makanlah kami bersama-sama dengan meja pas-pasan lima orang tapi harus bertambah 4 orang cowok lagi. Huh. Sejujurnya, Sempit banget Man!! Orang Pizza Hut-nya gak mungkin menyediakan kursi lagi secara seharusnya mereka waiting list aja gitu. So makanlah kami bersembilan sambil bersempitan, ketawa, dan foto tentunya. Senang sekali rasanya. Entah pizza-nya enak atau tidak, whatever. Dan ternyata memang kebersamaan itu lebih penting dari apapun. Bersuap-suapan makanan dan tertawa-tawa sambil hina-hinaan. Cela mencela dan pulang dengan bahagia.

20061002_pizza_hut_depok_bukpus_2_3 20061002_pizza_hut_depok_bukpus_4_1

Minggu depan rencananya aku juga bakal bukpus bareng temen-temann sma-ku. Semoga bisa seheboh dan sedalam ini, menjadi momen indah dan penting dalam hidup. Dan semoga bukpus sma cendana duri 04 akhir minggu ini juga bisa Terekam (Tak Pernah Mati).