Hari ini, esok , dan seterusnya
Tadi malam aku buka2 laptop dan melihat-lihat tulisan yang pernah aku buat. Gak taunya aku ketemu satu file kira2 aku tulis dua minggu lalu… yang kayaknya boleh juga aku kopi ke blog ini…hihihihihi….
Wanita memang dilahirkan berbeda dengan pria. Sebuah akibat genetik atau hormon apalah itu namanya telah membuat wanita jauh lebih sensitif dari pada pria. Kadang tak bisa dimengerti juga mengapa hal-hal kecil yang tak terpikirkan oleh pria bisa membuat wanita bergelimang rasa bersalah atau sedih berlinang air mata memikirkannya aka emosi jiwa.
That’s why Allah SWT menciptakan pria dan wanita berpasang-pasangan sehingga bisa mengisi satu sama lain di kala sebelah pihak mengahadapi masalah. Namun apa daya secara belum memiliki a shoulder to cry on, aku hanya bisa menulis, menyanyi, menggitar, dan menangis. Hiks hiks hiks.
Anw, hari ini entah kenapa aku merasa begitu remuk melihat kehidupan. Mood asik yang kata orang selalu aku miliki kini berasa beda entah kenapa sebab musababnya. Aku hanya merasa diam begitu penting padahal setiap hari aku biasa tertawa dan ngoceh di keseharianku dimana aku jagonya menyembunyikan rasa bete. Namun, entah ini yang namanya PMS atau apalah sebabnya sehingga membuat hati tak tentram dan jiwa tak tenang yang bisa mengakibatkan emosi jiwa. Nela yang tadi meneleponkupun tak ku respon dengan suara cempreng ceria ala Na’ seperti biasanya karena aku entah kenapa memiliki rasa males-banget-keluar-suara-hari-ini.
Faktor lain bisa saja karena aku merasa tadi malam acara buka puasa bareng Cendana Duri-nya gak begitu sukses. Kuantitas yang datang gak begitu menjadi masalah, namun kualitas kebersamaannya kurang. Selain karena aku merasa sebagai salah satu penggagas yang kurang sukses (setelah dua tahun with suts n afn sukses, I think…) aku merasa kali ini kurang ‘dapet’ reuninya. Tapi gak apalah, mungkin karena kita semua sudah terpapar kehidupan kuliah yang membuat kuliatas percakapan berkurang atau kemana-mana Jakarta butuh duit. Hiperbolis yah? Itulah aku, sangat memperhatikan sesuatu dimana Mood sebagai salah satu faktor penting mempengaruhi emosional dan yang tidak kalah penting adalah how-i-think-everyday. Ingin rasanya mengulang hari kemarin untuk menciptakan sebuah acara yang bisa membuat kalian senang dan nyaman, teman-teman. Maafkan aku untuk kekurangan itu, semua tak bisa diprediksi untuk menjadi indah di akhir cerita.
One Tree Hill-pun yang aku tonton hari ini mendadak menjadi malas rasanya untuk diikuti sampai selesai, walau Chad Michael Murray-nya masih membuat hati tak tenang. Alhasil akupun buka buku saja (cuih…) membaca modul Metodologi Penelitian untuk kuis besok (ngapain sih besok pake kuis segala kayak gak tau aku lg pusing aja…) yang denger-denger rada susah. Mudah-mudahan bisa deh. Amin.
Wah ternyata memang begitu dahsyatnya mood bagi seorang wanita. Bisa membuat segalanya menjadi runyam dengan segala negative-thinking dan rasa menyapu-semua-omongan-orang sehingga bisa membuat teman bahkan pacar menjadi tak mengerti, what the hell happen to you? Damnit!! Sudahlah. Memang begitu adanya. Aku tak sempurna dengan segala kekurangan. Tapi sebenarnya aku hanya ingin ceria Hari ini, Esok dan Seterusnya.
8oktober2006