Terekam (Tak Pernah Mati)

Dua Oktober Dua Ribu Enam, hari Senin yang aku nisbatkan dengan “I don’t like Monday” karena hari dimana aku dan teman-teman di kampus penuh dengan problematika mahasiswa dan segala damn stuffs lainnya yang nyebelin dan menggugah emosi jiwa di bulan Ramadhan yang harusnya penuh dengan kesabaran. Entahlah ya Allah. Aku tahu Engkau Maha Pemurah. Dengan segala hikmah yang Kau beri akhirnya aku bisa melupakan sejenak duka sebagai seorang mahasiswa dengan buka bersama bareng teman-teman dekatku yang kucinta. Put3, Ebi, Niong, n Dwi. Udah sebelumnya direncanain tapi alhasil baru bisa dilaksanain kemarin dengan ancang-ancang di Pizza Hut Depok. Mengingat restoran cepat saji pizza itu menyajikan tempat yang cukup nyaman untuk ngobrol dan kongkow. Yang bikin sedih adalah Niken dan Nita gak bisa ikut dikarenakan alasan yang lebih peting, walaupun merasa kurang sebagai susunan puzzle tapi tak apalah, karena ini memang sudah menjadi keputusan bersama tetap melanjutkan buka bersama without them.

Sesampainya di sana dengan menggunakan angkot (tentunya), kami memesan makanan dan minuman dengan 1 pan Meat Lovers regular dan 1 pan Super Supreme yang besar dan minuman msg2. Hehehe. Entah nafsu atau apa rasanya pizza sebanyak sebanyak itu dapat kami habiskan mengingat tadi di kampus penuh dengan intrik dan harus dilampiaskan dengan memakan makanan yang sebanyak-banyaknya. Sambil menunggu waktu buka tiba kami sedikit mengobrol (mengurangi pahala puasa gak ya???). Aku dan niong selalu melihat-lihat jam tangan hitamku untuk melihat berapa lama lagi akan buka. Tentunya sambil ditertawakan tiga temanku lainnya yang tertawa mendengar aku dan niong mengeluh akan ‘kelaparan’ kami yang seperti anak sd baru belajar puasa.

Waktu bukapun tiba, dan tiba-tiba pula terlihat teman-teman lainnya Dawi, Ivan, Kopik, dan Fathul. Huahahaha. Ternyata mereka udah gak dapat tempat untuk makan dan ingin bergabung dengan kami. Yasuwlah, mana bisa aku membiarkan temanku menunggu di luar dengan status waiting list sedangkan kami makan dengan lahap di dalam. Mari bergabung! Makanlah kami bersama-sama dengan meja pas-pasan lima orang tapi harus bertambah 4 orang cowok lagi. Huh. Sejujurnya, Sempit banget Man!! Orang Pizza Hut-nya gak mungkin menyediakan kursi lagi secara seharusnya mereka waiting list aja gitu. So makanlah kami bersembilan sambil bersempitan, ketawa, dan foto tentunya. Senang sekali rasanya. Entah pizza-nya enak atau tidak, whatever. Dan ternyata memang kebersamaan itu lebih penting dari apapun. Bersuap-suapan makanan dan tertawa-tawa sambil hina-hinaan. Cela mencela dan pulang dengan bahagia.

20061002_pizza_hut_depok_bukpus_2_3 20061002_pizza_hut_depok_bukpus_4_1

Minggu depan rencananya aku juga bakal bukpus bareng temen-temann sma-ku. Semoga bisa seheboh dan sedalam ini, menjadi momen indah dan penting dalam hidup. Dan semoga bukpus sma cendana duri 04 akhir minggu ini juga bisa Terekam (Tak Pernah Mati).

Leave a Reply